Selasa, 03 Mei 2016

How To Start When You Don't Know What To Start?

Hai!

Hari ini aku mau cerita tentang apa saja yang perlu dipersiapkan menjelang pernikahan. Mudah-mudahan bisa membantu kamu-kamu para teman seperjuangan yah :D

Dulu aku pun binguung banget harus mulai dari mana. Selama ini mah mikirnya yuk nikah, yuk, sah, udah gitu aja ahaha. Kebetulan, salah satu sahabatku, Rhea, menikah di bulan Oktober tahun lalu. Jadi, Rhea adalah orang pertama yang langsung kuberondong dengan berbagai pertanyaan persiapan pernikahan (love you, Rhe!). Dan berdasarkan hasil diskusi dengan Rhea, ditambah beberapa knowledge yang kudapat dari wedding blogger lain, bisa kusimpulkan yang harus dipikirkan pertama kali adalah :

1. Jumlah Undangan

Yhaaa, tentunya setelah kamu dan pasangan sepakat akan melanjutkan hubungan ke pelaminan ya. Biar ga capek mikir sendiri :p 
Yak, jumlah undangan ini penting banget. Tanpa perkiraan jumlah undangan, kita bakal susah nentuin gedung / venue, karena tiap wedding venue punya kapasitas yang berbeda-beda. Kasihan kan kalau undangan kamu misal 2000 orang, sedangkan venue hanya muat sampai 1000 atau 1500 atau 1700? Nanti bakal sesek, panas, dan antrian food stall mengular.
Nentuin jumlah undangan juga sebenernya butuh waktu, karena para capeng harus konfirmasi juga ke orangtua. Yah, sebagai orang Jawa dan Indonesia pasti juga mengerti kalau resepsi pernikahan ini adalah hajatnya para orangtua :)) kemarin aku butuh kurang lebih 2-3 bulan untuk dapat perkiraan jumlah undangan orangtua. Oh ya, di dunia per-wedding-an, misal jumlah tamu yang mau kita undang 1000 orang, biasa disebutnya 500 undangan. Jadi, jumlah undangan x 2 = jumlah tamu undangan.  Karena tiap tamu biasanya ga dateng sendiri, minimal berdua, bahkan bertiga sama anaknya, atau malah lebih :)) 

2. Budget

Setelah menentukan jumlah undangan, saatnya kita menilik budget. Budgetnya siapa? Ya budget pemangku dana resepsi kita nanti :D Dalam case aku, pemangku dana adalah para orangtua. Kalau untuk cara menentukan budgetnya, tiap keluarga, calon pengantin, dan tiap adat biasanya punya caranya masing - masing. Akan lebih bijak kalau ditanyakan langsung ke orangtua bagaimana cara pembayaran resepsi nanti. FYI, tahap ini adalah tahap yang paling kruuuuuuuuuuuuuusial banget. Karena kalau masalah uang, pasti banyak 'ngga enakan' buat ngomonginnya. Jadi, silahkan dipilih cara yang paling nyaman menurut kalian yaa.
Setelah kita dapat perkiraan jumlah budgetnya, yuk mari kita lanjut ke step berikutnya


3. Gedung Pernikahan / Wedding Venue

Let's hunting! Ucapkan selamat tinggal kepada kencan-sabtu-yang-tenang. Apalagi buat kalian yang diburu waktu karena waktu resepsi tidak lama lagi :p Untuk survey wedding venue, aku sarankan buat blog-walking dulu daripada langsung cuss survey ke venue. Jalanan Jakarta macet soalnya. Dengan blog walking, kita bisa tahu kapasitas kapasitas wedding venue. Dan berterimakasihlah untuk para wedding blogger di luar sana yang dengan sangat baik hati mereview wedding venue sampai detaiiil dari lokasi bahkan sampai biayanya ( give hugssss to many wedding blogger out there, aku sangat terbantuu :*)
Menurutku, pemilihan wedding venue ini akan sangat menentukan keseluruhan biaya resepsi kita nanti. Biaya gedung memang bisa dibilang 'ngga seberapa' kecuali kamu mau memilih ballroom hotel, itu baru lumayan (banget sih) muahal. Tapi, biasanya tiap gedung punya cara main sendiri. Mereka juga punya rekanan vendor vendor yang bisa kita survey dan perkirakan apakah mereka termasuk vendor yang bener bener ada-rupa-ada-harga atau yang masih reasonable harganya. Biasanya, gedung akan mengenakan charge apabila kita mengenakan vendor di luar rekanan mereka.
Gimana cara surveynya? Masa tiap gedung yang kita datengin, kita hitung detail satu satu biayanya?
Bisa iya, bisa nggak. Kalau aku, aku hitung kasarannya. Misal, aku kemarin awal awal sempat survey lokasi di gedung pewayangan kautaman TMII, Manggala Wanabakti, Patra Jasa, Granadi, dan beberapa lainnya. Vendor yang bakal makan banyak biaya itu yaitu Catering dan Dekor. Untuk tahun 2016 ini, sepertinya rata rata catering sekelas Puspita Sawargi, Puspa, Sawargi, bisa aku pukul rata 85,000 per porsi buffetnya. Tapi ada beberapa gedung yang ngasih tarif flat, seperti auditorium Manggala Wanabakti, untuk tahun 2015 atau 2016 yah aku lupa, harga per porsinya 110,000 dengan pemesanan minimal 1.250 pax. Sebenernya untuk Catering ada  cara perhitungan khususnya, nanti aku jelaskan di post khusus review catering yaa.
Terus ditambah dekorasi.  Please note, semakin besar venue, dekorasi akan semakin mahal. misal untuk auditorium Manggala Wanabakti dengan kapasitas sampai 3000 orang, rata-rata vendor dekor akan memberikan penawarannya start dari 75juta ke atas. Dan setahuku, rata rata capeng akan menghabiskan sampai 100juta ke atas untuk dekorasi di auditorium manggala wanabakti. Untuk di Granadi dengan kapasitas 1000 - 1200 orang, biaya dekorasi masih di bawahnya, mungkin sekitar mulai dari 45-50jt. Untuk patra jasa dan kautaman aku belum sempat survey karena belum terlalu sreg.
Oh ya, ada beberapa capeng yang prefer venue yang full carpet. Biasanya karena akan terlihat lebih rapi, bersih, dan terlihat lebih bagus dengan dekor yang minimalis. Ini memang nilai plus sih, tapi aku dan si Mas ngga terlalu saklek banget. andaikan lantainya bagus, kenapa nggak? Untuk vendor lainnya seperti entertainment + MC, souvenir, undangan, sanggar dan tata rias, akan lebih gampang cari tau harganya karena harga tidak bergantung venue kita dimana. 
Apabila simulasi pembiayaan membengkak dari budget, mungkin perlu dibicarakan lagi dengan orangtua untuk jumlah undangan. Dan diatur lagi dari awal :)) Yup, preparing a wedding sama aja kaya kita lagi ngerajut syal, lalu di tengah jalan kita dedel lagi rajutannya dan ulang ngerajut dari awal lagi :D Oh ya, jangan lupa juga minta pertimbangan orangtua juga yaa.

4. Vendor - vendor

Paling enak kalau kita mulai di vendor vendor yang akan kita priorotaskan. Misal, aku concern banget sama catering, ya berarti aku cari catering dulu. baru yang lain menyusul. Tapi aku saranin sih emang mulainya dari catering + dekorasi. Soalnya dua vendor ini yang nilainya besar. Oh ya, jangan lupa penghulu yaa buat yang mau sah menikah secara Islam :D sejauh ini, yang akan aku list sebagai vendor dan Insha Allah akan aku review untuk ke depannya yaitu :

  • Venue
  • Catering
  • Dekorasi
  • Entertainment + MC
  • Photography
  • Sanggar Rias dan Busana
  • Souvenir
  • Undangan
  • Seserahan

Hmmm, apalagi ya? Kayanya udah sih ini aja. Tolong diingetin yaa kalo ada yang ketinggalan :D Sekarang aku lagi ngumpulin pricelist dan brosur brosur venue yang kemarin sempet kita survey. Mudah mudahan masi lengkap yaa. Amiiin. See you!

 
 

Senin, 02 Mei 2016

And The Story Begins..

Halooo!


Kalau kamu nyasar ke blog ini, kemungkinan besar dirimu adalah para calon pengantin yang lagi mencari review vendor vendor pernikahan atau bahasa kekiniannya : bridezilla!

Halo lagi, teman seperjuangan :D

Yap betul, aku juga lagi dalam masa perburuan vendor vendor untuk pernikahanku nanti. Masih lama sih, kurang lebih satu tahun lagi. Kebetulan aku dan cami memang gamau persiapannya mepet mepet, karena cari gedung susah. Percayalah, yang mau nikah banyak banget. Belum lagi kalau dari kita atau keluarga ada request khusus harus gedung yang seperti ini seperti itu. Karena, gedung adalah langkah utama kita untuk menyimulasi budget keseluruhan resepsi

(Ups, dan jumlah catering sih)

(Ya, jumlah catering)


Oh ya, diriku saat ini sudah sampai tahap booking venue dan sedang dalam masa survey vendor yang jumlahnya sangat banyak itu. Tapi ceritain lengkapnya nanti aja kali ya. Sekarang aku bakal cerita awal perjalananku dan cami mulai mempersiapkan pernikahan aku dan cami :D


By the way, aku dan cami (yang selanjutnya akan disebut dengan sebutan si Mas) sudah pacaran kurang lebih 4,5 tahun. Dulu kita kuliah di universitas yang sama, berbeda jurusan dan berbeda fakultas. Kita sama sama merantau dari Jakarta ke Jogja untuk kuliah. 3 bulan setelah pacaran, aku dikenalkan ke orangtuanya si Mas ketika beliau beliau bertandang ke Jogja. Jadi sepertinya kita pacaran udah serius serius aja dari awal.

Aku makin deket sama keluarga si mas, begitupun sebaliknya. Tapi, sampe kita lulus, which is 3 tahunan setelah pacaran, para orangtua belum saling kenal. Sampai akhirnya kita lulus, orangtuaku mulai nanya gimana kelanjutannya. Was was juga kali ni anak pacaran aja lama bener :p

Singkat cerita, akhirnya orangtua mas silaturahmi ke kediamanku, bertemu dengan orangtuaku. lalu sebulan dua bulan kemudian, aku dan orangtua 'berbalas kunjungan' ke rumah si Mas. Tapi belum membicarakan pernikahan sama sekali. Walaupun begitu, di akhir Januari kemarin ketika ada wedding expo di Balai Kartini, aku dan Mas dateng buat liat liat, walaupun masi clueless bangeet

Lalu, tiba tiba, di suatu Sabtu yang sangat biasa, aku pergi kencan sama Mas. Pas di mobil, lagi ngobrol biasa, tiba tiba si Mas bilang gini :

'Ul, kalo bapak ibu ke rumah besok gimana?' 
'Hah? besok? ngapain?' 
'Mau minta lo'

?????




Oh ya, aku dan si Mas kalo ngomong emang pake gue-lo gitu dari dulu ahaha.

Yah intinya sesimple itu. 'Minta' itu kalo orang Jawa biasa bilang nembung. Orangtua laki laki ngomong sama orangtua perempuan, minta izin buat minta anaknya. Gitulah. Ngertilah ya maksudnya ahaha. Intinya, ga ada romantic propose yang will u marry me kaya di ftv maupun film layar lebar.

Jadi kusimpulkan, dari situlah start nya aku dan Mas mempersiapkan pernikahan ini dengan lebih serius :D Alhamdulillah, Bismillah.

Sekarang aku lagi mau ngumpulin hasil survey survey venue, dekor, dan catering buat direview di post post berikutnya. Insha Allah, next post aku ceritain apa aja yang musti disiapin sebelum milih milih ini itu :D

Ciao!